PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PEMBENTUKAN GAYA HIDUP MANUSIA : STUDI KASUS “INDOMIE”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Globalisasi merupakan salah satu fenomena sosial yang tidak bisa kita
hindari saat ini. Dampak globalisasi semakin cepat menyebar dalam kehidupan
masyarakat terutama pada gaya hidup dan perilaku. Gaya hidup yang ditonjolkan
saat ini sudah banyak yang mencerminakan gaya hidup bangsa asing daripada
menunjukkan keaslian budaya dan gaya hidup asli bangsa Indonesia. Pada
kenyataaanya, perubahan gaya hidup akibat globalisasi ini tidak hanya dilakukan
masyarakat perkotaan saja, namun juga masyarakat di daerah pedesaan. Pengaruh
globalisasi terhadap gaya hidup yang paling utama adalah dari segi makanan dan
minuman. Sebab, makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang harus
manusia penuhi lebih dulu. Sekarang ini, kita dimanjakan dengan munculnya
berbagai macam produk baik itu makanan dan minuman dari mancanegara yang
diimpor atau memang perusahan asing yang berada di Indonesia. Banyak sekali
orang-orang yang kemudian beralih dari makanan tradisional ke makanan modern
atau siap saji. Beberapa makanan dan minuman asing adalah ayam goreng, steak,
bostik, pizza dan burger dan aneka makanan yang lain. Akibat pengaruh
globalisasi ini, masyarakat menjadi lebih memilih untuk mendapatkan sesuatu
dengan serba cepat dan singkat tak tekecuali jika ingin memilih makanan.
Berikut akan dibahas mengenai pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup manusia
dari produk Indomie.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan globalisasi?
2.
Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap
gaya hidup manusia?
3.
Bagaimana produk global mempengaurhi
gaya hidup manusia?
1.3 Tujuan Pembahasan
1.
Mempelajari dan memahami teori mengenai
globalisasi
2.
Mempelajari dan memahami pengaruh
globalisasi terhadap gaya hidup manusia
3.
Mempelajari dan memahami studi kasus
globalisasi pada produk global
1.3 Kerangka Teori
Globalisasi adalah proses membuka diri atau masuk ke dalam pergaulan dunia.
Globalisasi dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai proses mendunia.
Kata globalisasi berasal dari kata globe yang berarti “bola dunia”. Globalisasi
juga dapat berarti sebagai tindakan yang mendunia. Globalisasi adalah sebuah
istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan
antarmanusia di seluruh dunia. Dunia yang luas dan dihuni berbagai macam suku
bangsa seolah-olah hanya dimiliki oleh satu bangsa yaitu bangsa dunia atau
warga dunia. Dalam globalisasi, tidak ada batas-batas wilayah suatu negara.
Drucker mengatakan bahwa pengertian globalisasi adalah sebuah istilah
menyeluruh untuk berbagai proses ekonomi global, penyebaran komunikasi global
secara instan, pertumbuhan perdagangan internasional yang cepat, dan pasar
uang.
Globalisasi telah menjadi kenyataan sehari-hari yang tidak dapat dihindari.
Prosesnya berlangsung sangat cepat dan kompleks, yang menjangkau segala aspek
dan telah meresap ke seluruh bidang kehidupan manusia, antara lain sebagai
berikut :
§
Bidang ekonomi, ditandai dengan
berlakunya pasar bebas, penjualan barang produk negara lain secara bebas di
negara kita.
§
Bidang politik, ditandai dengan
berkembangnya masyarakat yang demokratis, yaitu masyarakat yang ikut aktif
menciptakan kehidupan bersama, menghormati nilai hak asasi manusia (HAM), serta
menghargai hak dan kewajiban.
§
Bidang budaya. ditandai dengan semakin
terasanya pengaruh budaya negeri asing yang menyentuh semua orang dan berbagai
lapisan masyarakat, misalnya perubahan perilaku berpakaian dan berbicara akibat
pengaruh film dan musik negara lain.
§
Bidang sosial, ditandai dengan lahirnya
kesadaran global bahwa manusia semakin merasa saling tergantung dan saling
mcmbutuhkan.
§
Bidang ekologi, ditandai dengan semakin
meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber daya alam, namun sekaligus pula
meningkatnya ancaman hancurnya ekosistem bumi akibat eksploitasi alam secara
berlebihan.
Globalisasi terjadi karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
bisa berdampak positif dan negatif. Begitu juga dengan globalisasi, globalisasi
memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat dunia, tetapi juga
membawa dampak negatif. Dampak positif globalisasi adalah setiap orang berlomba
dan bersaing untuk berbuat yang terbaik demi mencapai hasil yang terbaik pula.
Dalam persaingan ini diperlukan kualitas yang tinggi. Dalam era globalisasi
setiap orang mengejar keunggulan dan kualitas sehingga masyarakat menjadi
semakin dinamis, aktif, dan kreatif.
Sedangkan dampak negatif globalisasi adalah munculnya ancaman terhadap
budaya bangsa. Globalisasi melahirkan budaya global yang mengancam budaya
lokal, daerah, atau bangsa. Rendahnya tingkat pendidikan menjadi salah satu
penyebab terseretnya masyarakat oleh arus globalisasi. Hal ini menjadikan kita
kehilangan identitas diri dan rasa kebangsaan. Sebagai contoh. saat ini anak
remaja dengan cepat meniru potongan rambut, model pakaian, perhiasan/asesoris,
makanan, cara dan alat komunikasi, maupun perilaku bangsa asing yang tidak
cocok dengan jati diri bangsa.
Tujuan globalisasi adalah menghilangkan perbedaan di antara manusia dan
menciptakan persamaan hak asasi manusia. Artinya, globalisasi dapat dirasakan
atau dialami oleh siapa saja, baik tua, muda, maupun anak-anak. Mereka memiliki
hak yang sama untuk mengalami globalisasi, terutama dalam merasakan keuntungan
adanya globalisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Globalisasi pada Produk Mie Instan
PT Indofood Sukses Makmur Tbk memperkenalkan Indomie, produk
mie instant ke pasar internasional. Kini, lndomie bukan hanya dikenal di negara
tetangga dekat seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong hingga Taiwan. Namun,
Indomie sudah terbang jauh ribuan kilometer, menjangkau lebih dari 80 negara,
baik di Eropa, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika. Di Sudan dan Libanon,
Indomie hampir ada di setiap toko retail dan super market. Bahkan, Indofood
juga membangun pabrik di sejumlah negara, seperti di Malaysia, Saudi Arabia,
Nigeria, Suria hingga Mesir.
Produk makanan Indonesia punya daya saing tinggi. Buktinya,
mie instant Indonesia sudah tersebar di mana-mana, di banyak negara. Bahkan,
mie instant seperti Indomie, harga ekspornya lebih mahal 30 persen dibandingkan
harga dalam negeri. Alasan mengapa mie
instant Indonesia cukup populer di mancanegara karena gaung Indomie sebagai
brand Indonesia begitu terasa di overseas. Membangun brand itu sangat penting.
Bahkan, jika brand itu sudah populer, nilainya bisa sampai 100 kali dari equity
perusahaan.
Proses bagaimana Indofood membangun merek Indomie di
mancanegara berawal dari Indofood membentuk Direktorat Ekspor dengan tugas
fokus mengembangkan ekspor Indomie ke berbagai negara. Tim ini aktif
mempelajari semua izin impor di setiap negara. Lantas, menetapkan target
negara. Saat itu, sasaran utamanya, negara dengan jumlah tenaga kerja Indonesia
paling banyak sehingga Indomie populer di Hong Kong, Taiwan, Arab Saudi dan
lainnya. Bahkan, di Arab Saudi konsumen Indomie sudah masuk generasi kedua.
Saat pertama kali Indomie masuk pada 1990-an, mereka masih anak-anak, sekarang
mereka sudah dewasa dan berkeluarga. Selain TKI, Indomie juga dibawa oleh para
pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri, sehingga Indomie juga populer di negara-negara
seperti Amerika Serikat dan Australia, negara yang menjadi tujuan pelajar
Indonesia melanjutkan pendidikannya. Setelah menetapkan negara tujuan ekspor,
Indofood membentuk regional office di masing-masing negara.
Bahkan, kami melangkah lebih jauh dengan membangun pabrik di
beberapa negara lain yang menjadi target pasar utama Indomie, seperti Nigeria.
Dengan pabrik di negara-negara tersebut, Indofood tetap bisa mengekspor produk
lainnya, seperti bumbu, saos atau kecapnya. Sebab, bumbu-bumbu itu hanya bisa
dibuat di Indonesia. Perkembangan di pasar ekspor tersebut juga didukung oleh
keberadaan toko-toko Indonesia di beberapa negara, seperti di Thailand, Hong
Kong, Taiwan hingga Arab Saudi. Bahkan, di Arab Saudi ada 1200 toko yang khusus
menjual makanan Indonesia.
2.2 Mengenal Produk Indomie dan Perkembangannya di Dunia
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merupakan salah satu grup usaha yang
dimiliki oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. ICBP merupakan produsen berbagai
produk konsumen bermerek yang mapan dan terkemuka dengan berbagai pilihan
produk solusi sehari-hari bagi konsumen di segala usia mulai dari 5 tahun
sampai 50 tahun. Kegiatan usaha utama ICBP antara lain memproduksi produk
instan, produk dairy, produk makanan ringan, produk penyedap makanan, produk
nutrisi dan makanan khusus serta minuman. Divisi Mi Instan ICBP merupakan salah
satu produsen mi instan terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi mencapai
lebih dari 16 miliar bungkus. Berbagai merek produk mi instan ICBP merupakan
merek terkemuka dan digemari di Indonesia. Merek mi instan yang di produksi
Indofood CBP antara lain : Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie dan Sakura. Produk
mi instan unggulan Indofood CBP adalah mi instan dengan merek Indomie. Indomie
pertama kali memperkenalkan produknya pada tahun 1972, produk yang pertama kali
di produksi adalah Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam yang saat itu sesuai dengan
selera lidah masyarakat Indonesia. Puncaknya pada tahun 1983, produk Indomie
semakin di gemari oleh masyarakat Indonesia dengan diluncurkannya varian
Indomie Mi Goreng.
Perkembangan Produk Indomie
Tonggak Bersejarah Indomie
1972, Indofood meluncurkan mie instant (kuah) dengan merek Indomie.
Sebelumnya (1968), Indofood melalui PT Sanmaru meluncurkan Supermi
|
1980-an, Jingle iklan “Indomie
Seleraku” untuk pertama kalinya diluncurkan. Jingle iklan ini kemudian
memiliki empat versi dengan lirik yang digubah. Bahkan, dihadirkan juga
jingle iklan “Indomie Seleraku” versi Ramadhan, Lebaran, dan Kemerdekaan
|
1982, Indomie meluncurkan varian
Kari Ayam dan Mie Goreng
|
1992, Indomie untuk pertama
kalinya diekspor ke pasar mancanegara. Saat ini, tak kurang dari 60 negara di
dunia telah dijajaki Indomie. Bahkan, di Nigeria, Indomie sudah menjadi
market leader
|
1994, Program Mudik Bersama Pengusaha
Warmindo (Warung Makan Indomie) digelar untuk pertama kalinya. Program
tersebut kemudian rutin digelar tiap tahun hingga sekarang
|
2008, Kampanye bertajuk
“Indomie Jingle Dare” digelar untuk pertama kalinya. Kampanye yang dikemas
lewat kompetisi menggubah lirik jingle iklan Indomie itu berlangsung selama
empat kali hingga 2011
|
2013, Indomie varian Taste of
Asia diluncurkan
|
2015, Indomie menyasar pasar
anak-anak dengan meluncurkan varian My Noodlez.
|
2016, Indomie meluncurkan
varian Real Meat untuk membidik segmen premium. Kehadiran Real Meat juga
untuk menghadang laju kompetitor Mayora Group yang lebih dulu menghadirkan
Bakmi Mewah
|
2017, Menurut studi “Brand
Footprint Global 2017” yang dilakukan Kantar Worldpanel, Indomie tercatat
sebagai satu-satunya merek lokal yang masuk Top 10 Global Brand
|
2.3 Analisis Pengaruh Globalisasi terhadap Pembentukan Gaya Hidup : Studi
Kasus Produk Indomie
Pengaruh globalisasi terhadap
gaya hidup yang paling utama adalah dari segi makanan dan minuman. Sebab, makanan
dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang harus manusia penuhi lebih
dulu.Sekarang ini, kita dimanjakan dengan munculnya berbagai macam produk baik
itu makanan dan minuman dari mancanegara yang diimpor atau memang perusahan
asing yang berada di Indonesia. Banyak sekali orang-orang yang kemudian beralih dari
makanan tradisional ke makanan modern atau siap saji. Akibat pengaruh
globalisasi ini, masyarakat menjadi lebih memilih untuk mendapatkan sesuatu
dengan serba cepat dan singkat tak tekecuali jika ingin memilih makanan. Mie instan saat ini sudah
menjadi makanan pengganti makanan pokok bagi sebagian penduduk dunia, termasuk
di Indonesia. Kemudahan dalam penyajian, rasa yang beragam serta harga yang
murah menjadi salah satu alasan konsumen di tanah air menyantap mie
instan.
Berdasarkan data World Instant Noodles Association
(WINA) konsumsi mie instan di seluruh dunia pada 2017 mencapai 100 miliar
bungkus (porsi) naik 2,7% dari tahun sebelumnya. Adapun konsumsi mie instan
Indonesia pada tahun lalu mencapai 12,63 miliar bungkus atau sekitar 12,6% dari
total konsumsi dunia serta berada di urutan terbesar kedua di dunia. Sementara
negara dengan konsumsi mie instan terbesar di dunia tahun lalu masih dipegang
Tiongkok/Hong Kong, yakni mencapai 38,97 miliar bungkus atau lebih dari tiga
kali lipat konsumsi Indonesia. Sedangkan Jepang berada di urutan ketiga dengan
konsumsi 5,66 miliar bungkus.
Pada 1969, produk
mi instan pertama mulai dikenalkan di Indonesia. Indomie kuah rasa kaldu ayam
pun menjadi awal cerita manis sebuah produk makanan yang dinikmati berjuta
manusia di dunia saat ini. Harga terjangkau, awet, dan simpel telah menjadikan Indomie
kini berubah menjadi Global Brand sehingga tersedia di lebih dari 100 negara.
Setidaknya di 80 negara yang merupakantujuanekspordari Indonesia. Juga terdapat
lebih dari 20 lisensi brand . Bendera Indofood memiliki flagship, termasuk produk
Indomie, membuatnya tidak hanya dominan di dalam negeri, juga perkasa di pasar
mancanegara. Rasa Indomie membuat warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di luar
negeri merindukan makan Indomie. Prestasi Indomie di berbagai negara memang
terang benderang dibanding merek-merek lokal lain. Indomie bukan hanya dikenal
di negara tetangga dekat, seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan,
tapi sudah menjangkau lebih dari 80 negara di Eropa, Timur Tengah, Afrika,
hingga Amerika.
Bahkan di Sudan
dan Lebanon, Indomie hampir ada di setiap toko ritel dan supermarket. Untuk
melayani pasar yang sedemikian luas, Indofood membangun pabrik di sejumlah
negara, seperti Malaysia, Saudi Arabia, Suriah, Mesir, di samping Nigeria.
Indomie menjadi merek produk mi instan yang sangat populer di Indonesia dan
Nigeria.
Bahkan, orang
Indonesia menyebut mi instan dengan sebutan ”Indomie”, kendati yang dikonsumsi
tidak bermerek Indomie. Indomie diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur
Tbk. Produk ini merupakan jebolan promosi word of mouth yang luar biasa yang
menjadikan brand Indomie kuat di berbagai negara. Namun, Indomie tidak hanya
populer di kalangan konsumen Indonesia di luar negeri.
Di Nigeria misalnya, brand ini juga
begitu kokoh dan sangat populer di kalangan warga negaranya. Terdapat cerita
lucu, ada seorang warga Nigeria berkunjung ke Jakarta dan mendapati Indomie di
sebuah supermarket. ”Lho Indomie kan bikinan asli Nigeria, kok ada di sini,”
seloroh si warga Nigeria spontan Ini bukti memang Indomie sudah menjadi merek
yang dikenal luas di Nigeria.
Berdasarkan data pada tabel 1.1 Asosiasi Mie Instan Dunia atau World
Instant Noodles Association (WINA) mengeluarkan data jumlah konsumsi mie instan
setiap negara dalam satu tahun. Data ini dikeluarkan pada awal Mei 2016. Dengan
jumlah masyarakat Indonesia, berdasarkan data worldometers.info, terhitung Mei
2016 mencapai lebih dari 260 juta orang. Maka dengan 13,2 miliar bungkus per
tahun, setiap orang Indonesia rata-rata mengonsumsi 51 sajian mie instan
setahun.(www.marsindonesia.com, 2017). Tiongkok menjadi negara dengan konsumsi
mie instan tertinggi di dunia. Pada 2015, masyarakat di Tiongkok mengonsumsi
40,34 miliar bungkus mie. Angka tersebut naik 30 juta dari tahun 2014.
Indonesia berada di urutan kedua, diikuti oleh Jepang dengan 5.540 bungkus per
tahun, Serta Vietnam dan Amerika yang mengonsumsi masing-masing lebih dari 4000
bungkus serta brazil di urutan 10 dengan 2.280 bungkus per tahun.
(https://news.idntimes.com, 2017).
Mie instan telah menjadi makanan yang sangat digemari di Indonesia. Studi
MARS Indonesia yang dilansir pada tahun 2016 tentang Profil Konsumsi Produk
Makanan mengungkapkan bahwa sebanyak 92,4% masyarakat di Indonesia dari survei
yang dilakukan di 7 kota besar di Indonesia merupakan konsumen mie instan.
karena harganya murah, membuatnya mudah dan praktis, awet, atau rasanya pun
enak. Hasilnya, mie instan pun menjadi makanan pengganti nasi yang sangat
digemari baik di rumah tangga, anak kos, bahkan di kalangan pekerja kantor.
Penyebarannya semakin cepat seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis
warung-warung mie instan, baik di kota-kota besar maupun di pedesaan.
Berdasarkan data di atas pengaruh globalisasi terhadap gaya hidup manusia
mengenai produk Indomie sebagai berikut :
a.
Indomie menjadi pengganti nasi karena
harga yang murah dan kebiasaan masyarakat yang lebih membutuhkan makanan cepat
saji seperti Indomie untuk menghemat waktu
b.
Indomie memiliki ciri khas rasa yang
membuat konsumen mengkonsumsi Indomie secara terus menerus tidak hanya Indonesia
namun juga dibeberapa negara bagian
c.
Gaya hidup masyarakat kini semakin
terpengaruh dengan ketenaran di media sosial media dengan membuat inovasi baru
dengan produk indomie
d.
Beberapa masyarakat dunia lebih memilih
mengimpor produk Indomie dibanding menikmati produk mie instan dari negaranya
sendiri
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari
pembahasan yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya, dapat dipahami bahwa nyatanya
dalam kasus produk Indomie, globalisasi yang memotori terjadinya ekspansi
perusahaan tersebut ke dalam level internasional berhasil menggeser nilai-nilai
dan membentuk gaya hidup baru dalam masyarakat. Indomie yang merupakan mie
instan saat ini sudah menjadi makanan pengganti makanan pokok bagi sebagian
penduduk dunia, termasuk di Indonesia. Kemudahan dalam penyajian, rasa yang
beragam serta harga yang murah menjadi salah satu alasan konsumen di tanah air
menyantap mie instan, nyatanya saat ini perubahan terjadi disebagian masyarakat
karena eksistensi Indomie yang terletak hampir di seluruh penjuru dunia. Indomie
dapat dikatakan telah memberikan makna baru dalam gaya hidup menikmati makanan
modern dan telah melakukan lifestyle branding yang hingga saat ini nyatanya
cukup menarik perhatian bagi sebagian besar masyarakat dunia baik dari harga
maupun rasa.
DAFTAR PUSTAKA


Komentar
Posting Komentar